BERINOVASI KE SEKTOR RIIL
Menghadapi berbagai tantangan ekonomi baik lokal, nasional maupun global,
pengelola lembaga keuangan non bank seperti koperasi tidak boleh diam saja. Pengelola koperasi harus melakukan berbagai inovasi dengan memanfaatkan berbagai peluang yang
ditawarkan oleh pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM.
Misalnya pemerintah melalui
Kementerian Koperasi dan UKM mendorong
koperasi-koperasi untuk mendirikan koperasi sektor riil. Dewan Koperasi Indonesia
(Dekopin) juga mendorong agar
koperasi-koperasi yang bergerak
di sektor simpan pinjam untuk mulai melirik peluang di sektor riil. Ketua
Dekopin Nurdin Halid mengakui Dekopin
akan terus mendorong dan mencari celah
guna bisa meningkatkan kontribusi koperasi bagi perekonomian bangsa.
Salah satunya yang akan dilakukan adalah mengarahkan koperasi untuk bergerak ke sektor riil.
Data keragaan koperasi yang dikemukakan Dekopin pada Desember 2018
lalu menunjukkan bahwa jumlah koperasi di Indonesia adalah 152.542 unit dengan jumlah anggota 24.263.249 orang. Dari
152.542 unit koperasi itu yang masuk
jenis Koperasi Simpan Pinjam 19.752 unit atau 12,98% dan
yang non KSP 132.790 unit atau 84,90%. Dari jumlah koperasi non KSP ini
yang masuk Koperasi Produsen 26.650 unit atau 18,37%, Koperasi Pemasaran
3.292 unit atau 2,11%, Koperasi Konsumen 96.867 unit
atau 62,11% dan Koperasi Jasa 3.600 unit atau 2,31%.
Dari data ini sangat tampak
bahwa peluang bagi koperasi kredit atau KSP yang memiliki aset besar dan terjadi idle money mendirikan koperasi
sektor riil sangat terbuka lebar. Peluang tersebut sungguh dibaca oleh KSP Mulia Sejahtera. Menurut General
Manager KSP Mulia Sejahtera Drs. Frans M Patarruk,S.Pd, koperasi sektor riil
di Kabupaten Tabanan sangat potensial untuk dikembangkan terutama di sektor pertanian.”Kabupaten Tabanan ini
adalah kabupaten dengan mayoritas penduduk adalah petani. Anggota KSP Mulia
Sejahtera Tabanan juga mayoritas petani. Jadi sangat tepat untuk mengembangkan koperasi sektor riil, khusus pertanian dan
peternakan”, ujarnya.
Keinginan para pengurus KSP Mulia Sejahtera Tabanan
untuk mengembangkan Koperasi Sektor Riil tentu berdasarkan analisis
lapangan dimana basis koperasi
bertumbuh. Misalnya anggota di Kantor
Cabang Bajera Kecamatan Selemadeg yang pada Desember 2017 mencapai 1.117
orang mayoritas adalah petani karena
wilayah kecamatan Selemadeg adalah wilayah pertanian. Para anggota
bermukim di 10 desa yang merupakan desa
pertanian lahan basah maupun lahan kering. “Sebagai petani mereka harus difasilitasi untuk mendapatkan
kemudahan produk yang mereka butuhkan. Misalnya obat-obatan, pupuk dan
lain-lain kebutuhan bisa mereka peroleh dari koperasi sektor riil”, ujar Menejer Pendidikan Drs. I
Made Totok Suharto.
Demikian juga anggota
di Kantor Cabang Penebel yang pada Desember 2017 mencapai 1.167 orang
mayoritas adalah petani. Para anggota bermukim di 18
desa termasuk desa Jatiluwih yang
terkenal merupakan daerah persawahan. Anggota
di Kantor Cabang Kerambitan yang pada Desember 2018 anggotanya mencapai 750 orang bermukim di 12 desa yang merupakan wilayah pertanian. Anggota di
Kantor Cabang Nyambu Kaba-Kaba Kecamatan Kediri yang pada Desember 2017 tercatat sebanyak 599 orang bermukim di 15
desa yang wilayahnya juga adalah basis pertanian.
Menurut I Made Totok
Suharto, langkah inovasi KSP Mulia Sejahtera Tabanan untuk bergerak di koperasi sektor riil sudah tepat. Saat ini gencar melakukan sosialisasi kepada para anggota yang sehari-hari berkarya di sektor pertanian.
Sosialisasi ini penting dilakukan agar
setelah Koperasi Sektor Riil berdiri
anggota sudah mengenal dan mereka
merasakan ada manfaat untuk mendukung
usaha pertanian mereka.”Kami terus
melakukan sosialisasi dan pendampingan
kepada para anggota. Dan ternyata mereka merasakan manfaatnya”, ujar Made Totok
Suharto.
Koperasi Mulia Sejahtera Tani
Dengan menyadari bahwa
mayoritas anggota KSP Mulia Sejahtera Tabanan
adalah petani maka Pengurus dan
semua kekuatan yang ada di KSP Mulia Sejahtera Tabanan membangun
komitmen untuk melayani anggota agar
sesuai dengan apa yang ia butuhkan.
Maka dirintis berdirinya
Koperasi Mulia Sejahtera Tani. ”Kami melihat bahwa para anggota petani itu perlu difasilitasi
untuk meningkatkan produktivitas
pertanian mereka. Selain itu mereka perlu mendapat pendampingan. Itu
yang dilakukan oleh Koperasi Mulia Sejahtera Tani”, ujar Drs. I Made Totok
Suharto.
Menurutnya usaha sektor pertanian itu jangan hanya
dilihat dari satu aspek saja, misalnya hanya melihat dari aspek para penggarap. Untuk menghasilkan beras
misalnya maka diperlukan lahan, tenaga
yang menyiapkan lahan, peralatan
mendukung penyiapan lahan seperti
traktor, tenaga penanam bibit, obat-obatan pertanian, tenaga penyuluh lapangan,
tenaga panen dan tempat penggilingan.
Semua ini sebetulnya menawarkan peluang.”Kalau ada koperasi sektor
pertanian maka semua kebutuhan petani bisa dipenuhi. Kebutuhan obat-obatan,
kebutuhan traktor, kebutuhan penggilingan itu disiapkan Koperasi Mulia
Sejahtera Tani”, ujar I Made Totok.
Saat ini, Koperasi Mulia
Sejahtera Tani mulai dengan membuka toko obat-obatan di Kantor Cabang. Tempatnya berdampingan
dengan kantor cabang agar anggota yang datang ke kantor untuk
transaksi sekaligus juga mereka membeli
obat-obatan. Koperasi Mulia Sejahtera Tani menjalin kerja sama dengan perusahaan
produsen obat-obatan pertanian di
Surabaya yang mempunyai tenaga lapangan di Tabanan. Juga bekerja sama dengan
tenaga penyuluh pertanian. “Jadi kita tidak sekedar memenuhi kebutuhan
obat-obatan bagi petani tetapi juga mengedukasi para petani untuk mereka tahu bagaimana mereka merawat tanaman mereka”,
ujar Made Totok.
Selain sudah mendirikan toko obat, KSP Mulia Sejahtera saat ini juga
sedang merenovasi pabrik penggilingan gabah di Piling Tabanan. Dengan pabrik
itu, Koperasi Mulia Sejahtera Tani bisa membeli gabah dari petani anggota
dengan harga pantas, digiling dan
dikemas oleh koperasi dengan label “Koperasi Mulia Sejahtera Tani” lalu dijual
kembali kepada anggota dan masyarakat umum.Pabrik penggilingan gabah ini sudah bisa dioperasionalkan pada musim panen
April 2019 mendatang. ”Dengan cara kerja seperti ini, anggota yang adalah
petani tidak perlu terjebak pada para
pengijon, juga tidak bingung lagi mau dijual kemana gabah mereka. Koperasi
Mulia Sejahtera Tani yang akan membeli gabah mereka”, ujar Made Totok.
Menurut I Made Totok Koperasi Mulia Sejahtera Tani sudah melakukan berbagai kegiatan pendampingan terhadap empat kelompok tani di Kantor Cabang Nyambu. Kegiatan dimaksud seperti pendampingan panen padi Mapan 02 di Kerambitan, pendampingan penyemprotan di sawah Kerambitan yang ditanam pada Mapan 02 umur dua minggu dan pendampingan kepada petani di Kerambitan dengan menabur benih padi Mapan 02.”Yang Mulia Sejahtera perjuangkan adalah bagaimana anggotanya menjadi sejahtera setelah bergabung menjadi anggota koperasi. Kami menghendaki koperasi memberikan manfaat lahir dan batin bagi para anggotanya”, ujar Made Totok.***gus
Comments
Post a Comment