UMKM DI BALI MAJU PESAT


Kinerja Koperasi di Bali Meningkat

Rosarita Niken Widiastuti





Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)  di Provinsi Bali sampai dengan akhir tahun 2018 pertumbuhannya menggembirakan. Kondisi tersebut mendapat pujian dan apresiasi  dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI.

Kemenkominfo menilai kemajuan itu karena masyarakat Bali sangat kreatif dan inovatif sehingga apa saja bisa menjadi karya seni dan mendapatkan 'edit value' yang luar biasa. Pernyataan ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Rosarita Niken Widiastuti saat menjadi pembicara dalam Forum Sosialisasi Belanja dan Jualan Online: Murah Cepat dan Aman, di Aula Universitas Mahasaraswati Denpasar 5 Desember  2018 lalu. Ia mengatakan benda-benda atau kayu di daerah lain mungkin hanya sebagai kayu bakar, tetapi kalau di sini Bali kayu bisa menjadi barang seni yang bernilai.

Mendapat pujian dari Kemenkominfo Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali I Gede Indra Dewa Putra menjelaskan bahwa kualifikasinya memang melebihi daerah lain. Ia mengatakan pelaku usaha kecil menengah di Bali kualifikasinya melebihi daerah lain dan ia menduga hal itu disebabkan karena Bali menjadi salah satu tujuan pariwisata dunia.Juga adanya sentuhan kemampuan peningkatan kapasistas SDM dari pelaku UMKM tersebut tidak hanya dilaksanakan oleh pemerintah, tetapi dari berbagai stakeholder lain, baik perguruan tinggi maupun media massa. Gede Indra mengakui UMKM di Bali memang tumbuh, belajar dan inisiatif sendiri untuk berkreasi dan  berinovasi, sehingga barang dan jasa yang ditawarkan kepada customer sesuai dengan seleranya. Kata dia, Bali menjadi daerah pariwisata sejak dahulu sehingga masyarakat terbiasa dalam berinovasi. Selain itu pengaruh orang tua di Bali juga mendorong anak-anaknya untuk berinovasi dan mandiri.

Kinerja Koperasi Meningkat
Tentang kinerja koperasi di Bali sepanjang tahun 2018 Gede Indra mengatakan cukup meningkat. Hal ini terindikasi dari peningkatan jumlah anggota Koperasi, kerjasama lembaga keuangan Bank maupun non Bank serta penempatan dana anggota di Koperasi berbentuk tabungan dan simpanan meningkat, serta sampai pada keuntungan Koperasi atau Sisa Hasil Usaha SHU juga turut naik. Sampai 31 Oktober 2018 kinerja koperasi di Bali  semakin menggembirakan.

Selanjutnya Gede Indra memaparkan, dilihat dari jumlah anggota  yang  mencapai 1.860.684 orang maka angkanya naik sebesar 0,62% dibandingkan periode sama tahun 2017 lalu. Jika dilihat dari sisi rasio itu telah tercapai  47% dari jumlah penduduk dewasa di Bali. Menurutnya jumlah anggota Koperasi di Bali, merupakan angka paling tinggi di seluruh Indonesia, jika dilihat dari jumlah penduduk di Indonesia sebanyak 260 juta orang. Akan tetapi, yang menjadi anggota koperasi hanya sebanyak 33 juta orang. Bali paling tinggi jika dilihat dari rasio keanggotaan koperasi. Logikanya, jika jumlah anggota koperasi meningkat otomatis equite, atau modal koperasi tentu akan ikut meningkat juga. Jika dilihat saat ini, telah mencapai Rp 3 triliun lebih atau naik sebesar 11,51% dibandingkan periode yang sama tahun 2017 lalu.

Kerjasama dengan lembaga keuangan Bank maupun non bank, penempatan dana anggota di Koperasi berbentuk tabungan dan simpanan juga naik menjadi Rp.9,7 triliun atau sebesar 9,93%. Transaksi juga ikut meningkat dengan pesat menjadi Rp 13,4 triliun lebih atau sebesar 13,02 persen. Jika dilihat untuk keuntungan koperasi, atau SHU juga ikut naik sebesar 8,41% atau Rp 524, 5 miliar.

Untuk level Manajer Koperasi di Bali 65% telah bersertifikasi kompetensi. Jumlah ini akan terus ditingkatkan menjadi anggka yang lebih tinggi dari tahun ini. Diharapkan di level bawah Koperasi di Bali mulai Kepala Bagian, Kabag akuntansi, Kabag dana, Kabag pinjaman, Customer servis, Juru buku, Juru tagih, Juru Survei, Analis pinjaman, Semua juga harus dilatih didik kompetensinya. Sehingga, tata kelola Koperasi seluruh Bali menjadi standar. Dengan demikian maka, akan mendapat kepercayaan dari anggota maupun stake holder lainnya.

Dengan peningkatan kinerja tersebut  Gede Indra mengaku sangat mengapresiasi kepada para pengurus Koperasi di Bali yang terus meningkatkan skala usaha hingga pada peningkatan jumlah anggota. Juga memberi apresasi terutama bagi koperasi yang volume usahanya besar dan telah menggunakan teknologi informasi dalam bertransaksi online. Ia berharap agar di tahun 2019 ini koperasi di Bali yang jumlahnya sebanyak 4.868 unit akan terus meningkatkan kinerja dengan transaksi anggota yang makin banyak, serta semakin besar lagi. Ia juga ingin mendorong koperasi-koperasi di Bali meningkatkan kualitas SDM tata kelola yang dimilikinya.***dbs/nus

Comments

Popular posts from this blog

Pengurus Inkopdit Lantik General Manager Baru

TIDAK MELAPORKAN RAT DIANGGAP TIDAK AKTIF

BERINOVASI KE SEKTOR RIIL